Kunjungan Politeknik STIA LAN Jakarta ke Korea Selatan

Kunjungan Politeknik STIA LAN Jakarta ke Korea Selatan, Gyeongju, Rabu 14 Juni 2023.

Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A., menghadiri konferensi internasional yang diselenggarakan oleh KAPS (Korean Association for Policy Studies) 2023, didampingi oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik STIA LAN Jakarta, Dr. Mala Sondang Silitonga, M.A., sebagai delegasi dari National Institute of Public Administration of Republic of Indonesia. Di Gyeongju, Korea Selatan, Rabu 14 Juni 2023.

KAPS Summer International Conference diselenggarakan di Gyeongju dengan tema “The Policy Studies for the Sustainable Future Society: Linkage, Growth, Inclusiveness and Decentralization”. Konferensi Internasional ini dihadiri pula oleh segenap akademisi, praktisi, ahli dan tokoh di bidang administrasi publik dan ilmu sosial dari berbagai negara.

Dalam kunjungannya ke Korea Selatan, selain menghadiri Konferensi Internasional oleh KAPS, Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A. juga diundang untuk mengisi kuliah umum di Sungkyunkwan University, Korea Selatan, pada hari Selasa, 13 Juni 2023.

Pada Guest Lecture tersebut, Nurliah menyampaikan paparannya yang berjudul “Leadership Factor in Enabling Smart City Initiatives: Indonesia Cases”. Nurliah menyampaikan konsep smart city yang diterapkan di Indonesia dipetakan dalam beberapa dimensi, yaitu: smart people, smart governance, smart environment, smart mobility, smart economy, dan smart living. Nurliah mengatakan bahwa dimensi smart city memiliki 29 indikator yang kemudian digunakan untuk menghitung indeks 70 smart cities di Eropa. Nurliah juga menjelaskan beberapa penghalang utama dalam penerapan smart city pada suatu daerah, yaitu kurangnya skalabilitas yang timbul dari fokus untuk menampilkan kemenangan cepat, ketidaksejajaran struktur kota dan proses kebutuhan smart city, aturan hukum dan tantangan keamanan, kurangnya budaya inovasi pada kota administrasi, kehati-hatian dan penghindaran risiko pada penggunaan data di kota-kota besar, dan yang terakhir kesenjangan dalam kemampuan/pengetahuan.

Nurliah mengambil contoh praktik penerapan smart city di Kota Gimpo dan Namyang-Ju, Korea Selatan, dimana kedua kota tersebut telah memiliki model standar, proyek skala nasional, dan kerjasama global dalam menjalankan pemerintahannya. Menurut Nurliah yang mengutip dari Myong, faktor yang mampu mengaktifkan pemerintahan smart city di Gimpo dan Namyang-Ju adalah adanya partisipasi masyarakat, kepala daerah, dan operasi pemerintah perkotaan berbasis data yang diolah oleh aparatur.

Di Indonesia, setidaknya telah terdapat 25 kota yang menginisiasi konsep smart city sejak tahun 2017 dan terus meningkat hingga mencapai 100 kota. Dalam implementasinya, konsep smart city dijalankan dalam pemerintahan dan penggunaan kebijakan publik. Nurliah mengambil contoh kasus di Batam, Ambon, dan Bandung, yang merupakan beberapa kota dengan konsep smart city pada proses jalannya pemerintahan.

Nurliah menjelaskan hubungan faktor kepemimpinan yang berlaku dalam smart city. Seorang pemimpin seharusnya memiliki lima dimensi peran yang berbeda, yaitu “the navigator” sebagai orang yang mengarahkan jalannya kepemimpinan, “the engineer” yang menjalankan arahan tersebut, “the storyteller” sebagai orang yang menyampaikan informasi dan berita, “the learner” dan “the relationship builder” dengan karakteristik terus menerus menghubungkan pembangunan agar tidak berhenti sampai di satu titik saja. Kelima dimensi ini bertujuan untuk memenuhi visi dan misi dari smart city.

Guest Lecture yang diikuti oleh para mahasiswa di Sungkyunkwan University Korea Selatan ini berjalan lancar dan diikuti secara antusias oleh para peserta. Terdapat banyak peserta yang memberikan pertanyaannya.

Dalam kesempatan yang sama pada kunjungan ke Korea Selatan tersebut, Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta juga menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) terkait pendidikan antara KIPA (Korean Institute of Public Administration) dan National Institute for Public Administration (NIPA) Indonesia, dan MoU antara KAPA (Korean Associate of Public Administration) dan NIPA Indonesia, di Seoul Korea Selatan, Senin, 12 Juni 2023.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Prof. Nurliah Nurdin dan Dr. Mala Sondang dengan Prof. Young Ahn dari Seoul Korea Selatan. Prof. Young Ahn sebelumnya pernah diundang sebagai pembicara dalam Konferensi Internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Politeknik STIA LAN Jakarta, the 4th International Conference on Governance, Public Administration and Social Science pada November 2022 lalu.

Semoga kerja sama membawa manfaat yang baik bagi kedua negara, khususnya bagi KAPA, KIPA, NIPA/LAN RI, dan Politeknik STIA LAN Jakarta untuk memberikan pengembangan kompetensi yang lebih baik bagi sumber daya manusia di kedua negara.

Share this: