2024-Pemilu Kita Masa Depan Kita: Memaknai Pemilu Lintas Generasi

Pelaksanaan pemilu (2024) yang bebas dan damai berarti menjaga optimisme terhadap masa depan demokrasi di Indonesia. Mengingat pemilu yang bebas dan aspiratif, adalah kriteria penting dalam sistem politik demokratis.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A., sebagai narasumber pada kegiatan Talk Show dengan Tema “2024-Pemilu Kita Masa Depan Kita: Memaknai Pemilu Lintas Generasi”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Di Roger’s Hotel Manado, Sulawesi Utara, Jum’at, 9 Juni 2023.

Nurliah Nurdin mengatakan bahwa tingkat partisipasi politik di Indonesia masih kurang bila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Harapan lintas generasi terhadap pemilu 2024 terutama pada kaum muda atau generasi milenial, perhelatan Pemilu 2024 menjadi krusial, karena mereka tidak sekadar sebagai pemilih, namun terdapat pula sebagian dari mereka yang akan tampil sebagai calon legislatif dan tidak tertutup kemungkinan ada yang telah masuk formasi pasangan capres-cawapres.

Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2021 didominasi usia muda. Jumlah generasi Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen dari total seluruh populasi penduduk di Indonesia. Sementara itu, jumlah penduduk paling dominan kedua berasal dari generasi milenial sebanyak 69,38 juta jiwa penduduk atau sebesar 25,87 persen. Generasi Z sendiri merujuk pada penduduk yang lahir di periode kurun waktu tahun 1997-2012 atau berusia antara 8 sampai 23 tahun. Sementara generasi milenial adalah mereka yang lahir pada kurun waktu 1981-1996 atau berusia antara 24 sampai 39 tahun.

Tanggung jawab lintas generasi terhadap Pemilu 2024 adalah menciptakan iklim demokrasi di Indonesia menjadi lebih hidup, mengantisipasi serta mencermati agar stabilitas masyarakat tetap terjaga, menjadi kader politik dan melakukan regenerasi, mengawal keberlangsungan Pemilu dengan baik.

Bertindak selaku Keynote Speaker pada Seminar Nasional ini yaitu Dr. Alfitra Salam, APU., Ketua Umum AIPI.

Alfitra Salam menyampaikan harapan lintas generasi pada generasi lainnya dalam rangka Pemilu 2024 agar literasi politik hendaknya bisa diberikan kepada mereka dengan sebaik mungkin untuk terus menjaga kondusifitas iklim demokrasi di Indonesia dari tahun ke tahun selanjutnya.

Seminar Nasional ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara selaku Ketua AIPI Sulawesi Utara Steven Kandouw.
Steven Kandouw mengatakan Pelaksanaan Pemilu (2024) yang bebas dan damai, sama artinya dengan menjaga Optimisme terhadap masa depan demokrasi di Indonesia. Mengingat Pemilu yang bebas dan aspiratif, adalah kriteria penting dalam sistem politik demokrasi.

Narasumber lainnya pada seminar ini yaitu Dr. Ferry Daud Liando Dosen Fisip UNSRAT, Moch. Nurhasim Direktur Kebijakan Politik Hukum Pertahanan dan Keamanan BRIN, Mineshia Lesawengen dari Aktivis Perempuan, dan Jeremia Kaligis dari Generasi Milenial.

Seminar Nasional berjalan lancar dan mendapat sambutan baik oleh para undangan yang terdiri dari LSM, Mahasiswa dan pegawai jajaran Pemerintah Daerah Sulawesi Utara.

Share this:
https://esdm.riau.go.id/web/logs1/