Tim PKM Politeknik STIA LAN Jakarta Perkuat Administrasi Kependudukan di Kecamatan Banyumas untuk Dukung Pengentasan Kemiskinan

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh tim dari Politeknik STIA LAN Jakarta di Kecamatan Banyumas tidak hanya berlangsung dalam suasana akademis yang khidmat, tetapi juga dimanjakan oleh pesona alam yang memukau. Kecamatan Banyumas memiliki luas wilayah sebesar 38,09 km2 dengan jumlah penduduk 55.528 jiwa. Kata Banyumas berasal dari 2 kata: banyu dan mas. Banyu berarti “air” dan mas berarti “emas”. Nama tersebut diberikan oleh seorang pemuda dari Roma yang menyaksikan para penduduk sedang mengantri di sebuah sumber mata air karena musim kemarau. Para penduduk mengatakan “rega banyu kaya mas” (harga air seperti emas), sehingga muncullah nama tempat ini. Kecamatan Banyumas memiliki segudang keunggulan alam yang menjadi kebanggaan tersendiri. Di balik hiruk-pikuk aktivitas administrasi, terdapat potensi wisata yang tak kalah menarik, seperti keberadaan Sumur Mas yang terletak tepat di belakang kantor kecamatan yang menyimpan cerita sejarah dan nilai budaya yang mendalam. Hamparan hutan yang subur dengan pemandangan hijau yang asri menambah keteduhan suasana, bahkan kehadiran hewan primata yang jinak di sekitar kawasan menjadi daya tarik tersendiri yang mencerminkan harmoni antara alam dan kehidupan masyarakat setempat. Keindahan ini menjadi latar belakang yang sempurna bagi terselenggaranya diskusi penting mengenai masa depan administrasi kependudukan di wilayah tersebut.

Memasuki inti kegiatan, Camat Banyumas Jakarta Tisam, S.STP., M.Si. pada sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi serta menekankan betapa krusialnya kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas tunggal data kependudukan. Beliau menyatakan bahwa KTP bukan sekadar kartu, melainkan alat utama bagi warga negara untuk mengakses berbagai hak dan layanan publik. Camat juga berharap melalui forum sharing ini, berbagai permasalahan di lapangan dapat diungkap dan dicari solusinya secara bersama, sehingga seluruh temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi yang berharga bagi Pemerintah Kecamatan Banyumas, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Tim PKM dari STIA LAN Jakarta bapak Dr. Firman Hadi Rivai, S.STP., MPA., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi institusi pendidikan dalam mendukung program prioritas nasional. Salah satu fokus utama yang diangkat ialah program pengentasan kemiskinan. Pak Firman menjelaskan bahwa salah satu faktor kunci yang seringkali menjadi penghambat dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah lemahnya data kependudukan. Tanpa administrasi yang tertib dan akurat, tentu akan kesulitan bagi pemerintah dalam menyalurkan bantuan dengan tepat sasaran. Oleh karena itu, penguatan dari sisi administrasi kependudukan yang dimulai dari pemahaman mendalam tentang Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar. Paparan yang kemudian disampaikan oleh bapak Bambang Suhartono, S.Sos, M.E., yang mengupas tuntas betapa pentingnya NIK bagi setiap warga negara, tidak hanya sebagai nomor identitas, tetapi juga sebagai kunci untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial.

Sesi diskusi yang interaktif berhasil memetakan setidaknya tiga masalah krusial yang masih terjadi di tengah masyarakat. Pertama, masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kepemilikan KTP dan Kartu Keluarga (KK). Kedua, kesalahan teknis dalam pencetakan data seperti nama, NIK, hingga status perkawinan yang seringkali menjadi kendala administrasi. Ketiga, masih banyaknya warga yang data desil ekonominya tidak sesuai dengan kondisi faktual, yang berpotensi menyebabkan ketidaktepatan sasaran bantuan.

Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat kabar baik yang sangat membanggakan. Berdasarkan hasil evaluasi melalui metode pre-test dan post-test, terlihat peningkatan pemahaman yang signifikan dari para peserta, sebagian besar merupakan kalangan kepala desa. Pada saat pre-test, hanya 2 orang yang mampu meraih skor sempurna (100). Namun, setelah mengikuti seluruh rangkaian materi dan diskusi, angka tersebut meningkat cukup signifikan menjadi 7 orang pada post-test. Peningkatan ini membuktikan bahwa para kepala desa tidak hanya hadir secara fisik, tetapi benar-benar menyerap materi dan memahami esensi pentingnya NIK sebagai tulang punggung data kependudukan. Hal ini menjadi modal besar bagi Kecamatan Banyumas untuk melangkah lebih maju dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima.

Share this:
https://esdm.riau.go.id/web/logs1/