Tantangan dan Peran Sekolah Vokasi dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Indonesia Emas 2045 dimaknai dengan kondisi negara yang maju, makmur, modern, madani, dan dihuni oleh masyarakat yang berperadaban. Harapan akan Indonesia emas telah lama dipikirkan dan diperhitungkan oleh para cerdik pandai bangsa, tokoh-tokoh nasional negara ini dengan bijaksana. Kerangka besarnya sangat kuat dan indah, namun kerangka-kerangka kecilnya perlu diawasi dan dianalisa secara detail progressnya. Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S. Si., M.T., Ketua Komisi II DPR RI, menyampaikan hal tersebut pada Kuliah Umum Politeknik STIA LAN Jakarta bertema “Peran Perguruan Tinggi Vokasi Dalam Meningkatkan Kompetensi SDM Unggul dan Inovatif Menuju Indonesia Emas”, pada hari Rabu, 15 Februari 2023 di Graha Makarti Bhakti Nagari Kampus LAN RI Pejompongan, Jakarta Pusat.

Kegiatan Kuliah Umum ini diawali dengan Opening Speech oleh Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA. Turut hadir pula pada kegiatan Kuliah Umum ini Kepala Lembaga Administrasi Negara RI yang diwakili Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng, M.Ed., Sekretaris Utama LAN RI, Dra. Reni Suzana, MPPM, para dosen dan mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta program sarjana terapan, magister terapan, dan doktor terapan.

Dalam sambutan mewakili Kepala Lembaga Administrasi Negara, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi, Dr. Basseng., M.Ed., mengatakan Indonesia Emas merupakan proyek besar yang menjadi pekerjaan rumah seluruh Bangsa Indonesia, mulai dari Pemerintah, Politisi, Akademisi, Praktisi, Pengusaha, dan elemen bangsa yang lainnya. Oleh karena itu, perguruan tinggi sebagai rumah bagi para akademisi memiliki tugas dan peran yang tidak sedikit bagi terwujudnya Indonesia Emas di 2045 nanti.

Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA., mengatakan bahwa tantangan dunia kerja dengan kompetensi kerja semakin tinggi, seiring kemajuan teknologi dan dinamika tempat kerja di era globalisasi menuntut pendidikan vokasi mampu mengantisipasi dan menghadapi perubahan yang terjadi dengan memanfaatkan berbagai kapasitas yang dimiliki.

Dalam paparan yang berjudul Peran Perguruan Tinggi Vokasi, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S. Si., M.T., Ketua Komisi II DPR RI menyampaikan bahwa dalam meningkatkan kompetensi SDM unggul & inovatif menuju Indonesia Emas 2045, pendidikan vokasi harus berorientasi pada “reskilling” dan “upskilling” yang diperlukan tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga di masa mendatang.

Dalam membangun ekosistem kebijakan pendidikan vokasi, penting untuk menyediakan ruang kolaborasi dan saling mendukung antar pemangku kepentingan yaitu industri, pemerintah, dan lembaga pendidikan-pelatihan kerja, serta pembagian tugas yang kuat di antara para pemangku kepentingan, termasuk
lembaga penyelenggara/penyedia pelatihan kerja-pemagangan, lembaga yang meneliti dan memantau capaian dan kinerja.

Ekosistem berarti penyediaan sistem insentif bagi para pihak dan pemangku kepentingan dan secara bersamaan juga ada sanksi dan evaluasi untuk mencapai target dan kinerja tertentu, untuk mengejar jumlah dan kualitas pendidikan dan pelatihan.

Kegiatan Kuliah Umum berjalan lancar dan mendapatkan antusias yang tinggi dari segenap mahasiswa, dengan banyaknya respon dan pertanyaan yang dipandu oleh moderator Dr. H. Asropi, M.Si.

Kuliah #Umum #Politeknik #STIA #LAN #Jakarta #Sekolah #Vokasi #DPR #RI

Share this:
https://esdm.riau.go.id/web/logs1/