STIA LAN Innovation HUB Dorong Penguatan Ekosistem Inovasi

Jakarta, 10 September 2026 — Politeknik STIA LAN Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem inovasi melalui kegiatan STIA LAN Innovation HUB. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi, menyelaraskan program, serta merumuskan langkah bersama dalam pengembangan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.

Rapat perdana pengurus STIA LAN Innovation HUB dibuka oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik, Dr. Alih Aji Nugroho, M.P.A, dengan membahas berbagai peluang pengembangan STIA LAN Innovation HUB sebagai wadah yang dapat mempertemukan unsur akademisi, mahasiswa, tenaga kependidikan, praktisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Melalui kegiatan tersebut, Innovation HUB diharapkan mampu menjadi ruang untuk mendorong lahirnya gagasan, kreativitas, dan inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan maupun penyelenggaraan administrasi publik.

Tujuan dari rapat perdana pengurus STIA LAN Innovation HUB ini antara lain:

  1. Penyamaan Persepsi. Menyamakan pemahaman seluruh pengurus mengenai tujuan, fungsi, dan lingkup kerja SI Hub.
  2. Penyusunan Program Strategis. Merumuskan rencana kerja dan prioritas program tiap divisi untuk periode berjalan.
  3. Persiapan Soft Launching. Menyiapkan konsep, jadwal, dan pembagian tugas menuju soft launching SI Hub

Sementara itu Ketua SI HUB, Heny Handayani, S.Hum., M.M. memaparkan materi SI Hub mencakup tujuan, dasar pembentukan dan pengangkatan, syarat pembentukan incubator bisnis, produk seperti apa yang bisa di inkubasi, definisi incubator bisnis, skema peran inkubator bisnis bagi perguruan tinggi, ruang lingkup tugas SI Hub, struktur organisasi SI Hub, susunan pengurus per divisi, dan lain sebagainya.

SI Hub merupakan Unit pendukung akademik yang mengembangkan ekosistem inovasi, kewirausahaan, hilirisasi hasil penelitian, komersialisasi inovasi, dan pengembangan usaha rintisan (start-up) di lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta.

SI Hub menyelenggarakan inkubasi bisnis melalui: Kewirausahaan, Hilirisasi hasil penelitian & inovasi, Fasilitasi legalitas & akses pembiayaan, Pembinaan & pendampingan tenant, Pengembangan kemitraan, dan Monitoring & evaluasi berkelanjutan.

Dalam rapat perdana SI Hub Politeknik STIA LAN menghadirkan Seno Hartono, Direktur Advokasi dan Pengembangan Kinerja Kebijakan LAN, dengan memberikan masukan STIA LAN Innovation Hub. terkait klarifikasi definisi: STIA LAN Innovation Hub meliputi Hub sebagai Aktivitas Pembinaan, Hub sebagai Kanal Display, dan Hub sebagai Wadah Kolaborasi.

  1. Hub sebagai Aktivitas Pembinaan.
    Bentuk: pendampingan, inkubasi, klinik inovasi; Butuh: fasilitator tetap, kurikulum, anggaran kegiatan berulang;
    Diukur dari: jumlah instansi didampingi dan inovasi yang lahir;
    Risiko: capaian sulit terlihat bila tidak terdokumentasi
  2. Hub sebagai Kanal Display Bentuk: situs etalase karya dan praktik baik Butuh: pengelola data, SOP pemutakhiran, penjaminan validitas Diukur dari: jumlah entri, kunjungan, tindak lanjut replikasi Risiko: menjadi arsip pasif bila tidak ada aktivitas pemasok konten
  3. Hub sebagai Wadah Kolaborasi Bentuk: mekanisme yang mempertemukan aktor; pembinaan menjadi mesin, situs menjadi etalase Butuh: keanggotaan, tata kelola, penanggung jawab harian Diukur dari: nilai pertukaran antaraktor, bukan sekadar output kegiatan

Hub Inovasi selama ini: Kementerian PANRB memisahkan Hub JIPP sebagai simpul kerja sama antarinstansi (komitmen bersama 12 kementerian/lembaga, Oktober 2023) dari situs JIPPNas sebagai knowledge management system berisi 2.928 data inovasi periode 2014–2023. Pola yang sama berjalan di LAN: Ekosistem inovasi/labinovasi adalah aktivitas pembinaannya, INOLAND sebagai kanal pengetahuannya, dan datanya mengalir ke JIPPNas. Situs sebagai instrumennya saja.

Perlu menegaskan dalam dokumen SI Hub bahwa situs adalah salah satu instrumen, bukan definisi hub, sehingga SI Hub tidak berdiri sebagai portal keempat melainkan menyambung ke rantai kolaborasi Ekosistem inoasbi/Lab Inovasi – INOLAND – JIPPNas.

Ia juga mengusulkan Fungsi STIA LAN Innovation Hub antara lain :
• Riset kolaboratif atas inovasi yang sudah berjalan: mengapa berhasil, mengapa berhenti.
• Hilirisasi tugas akhir dan proyek mahasiswa ASN menjadi inovasi yang diterapkan di instansi asal.
• Studi kasus dan evaluasi sebagai bahan ajar bersama, siap dipasok ke INOLAND.
• Empat fungsi lain tetap berjalan, tetapi sebagai turunan — bukan sebagai identitas.

Perlu memilih satu fungsi untuk dijadikan produk inti soft launching, dan pastikan produk itu memiliki jalur hilir yang kolaboratif ke ekosistem inovasi Direktorat APKK sejak awal. Memastikan adanya interoperabilitas antar situs.

Ia menambahkan Aktor Helix dan Potensi Kolaborasi yaitu :

  1. Akademisi. STIA LAN, P3M, perguruan tinggi mitra.
    Memberi: riset, kurasi, metode Memperoleh: lahan penelitian dan pengabdian
  2. Pemerintah. Direktorat APKK LAN, Kementerian PANRB, Kemendagri, pemerintah daerah. Memberi: kasus nyata dan jalur pembinaan Memperoleh: solusi dan analisis tervalidasi
  3. Dunia Usaha. Pelaku GovTech, penyedia teknologi, mitra pembangunan. Memberi: teknologi dan pendanaan Memperoleh: akses ke jaringan pemerintah
  4. Komunitas. Mahasiswa ASN, alumni, komunitas inovator daerah. Memberi: masalah nyata dan tenaga penggerak Memperoleh: pengakuan dan jejaring
  5. Media. Kanal komunikasi LAN dan media publik.
    Memberi: penyebarluasan dan legitimasi publik Memperoleh: konten praktik baik yang kredibel

Tetapkan aktor prioritas dan simpul harian SI Hub, lalu buka pembicaraan teknis dengan Direktorat APKK mengenai skema interoperabilitas data dan pembagian peran pembinaan sebelum soft launching.

Demikian juga kehadiran narasumber dari LAN maupun jajaran pengurus STIA LAN Innovation HUB lainnya yang memberikan perspektif strategis mengenai pentingnya inovasi, kolaborasi, serta pengembangan gagasan yang dapat memberikan manfaat dan dampak nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

STIA LAN Innovation HUB diharapkan dapat menjadi salah satu katalisator dalam menciptakan budaya inovasi di lingkungan kampus. Keberadaannya juga dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih adaptif dengan memberikan ruang bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk mengembangkan kreativitas, melakukan eksperimen, serta menghasilkan solusi atas berbagai persoalan administrasi publik.

Melalui STIA LAN Innovation HUB, Politeknik STIA LAN Jakarta menunjukkan komitmennya untuk terus membangun lingkungan akademik yang inovatif, kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada solusi. Ke depan, Innovation HUB diharapkan tidak hanya menjadi tempat bertukar gagasan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang mampu menghubungkan pengetahuan, kreativitas, teknologi, dan kebutuhan masyarakat dalam menghasilkan inovasi yang berdampak.

Share this:
https://esdm.riau.go.id/web/logs1/