Politeknik STIA LAN Jakarta Laksanakan Studi Visit ke ISBI Bandung, Perkuat Sinergi Pengembangan Karier dan Layanan Kemahasiswaan

Bandung, 29 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat tata kelola layanan kemahasiswaan dan pengembangan institusi, Politeknik STIA LAN Jakarta melaksanakan studi visit ke Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan berbagai program strategis, meliputi Career Development Center (CDC), sponsorship mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Mandiri.

Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Rombongan Politeknik STIA LAN Jakarta disambut langsung oleh jajaran pimpinan ISBI Bandung beserta tim yang membidangi kemahasiswaan, kerja sama, kehumasan, keuangan, dan akademik.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur III Politeknik STIA LAN Jakarta yang diwakili Ketua Tim Bidang Akademik, Bambang Suhartono menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh ISBI Bandung. Ia menjelaskan bahwa studi visit ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik STIA LAN Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa melalui pembelajaran dari praktik-praktik unggulan yang telah diterapkan di perguruan tinggi lain.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi sarana untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring antarperguruan tinggi. Banyak hal yang dapat kami pelajari, mulai dari pengelolaan Career Development Center, strategi menjalin sponsorship bagi mahasiswa, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata yang berdampak bagi masyarakat, hingga mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri yang efektif dan akuntabel. Semoga hasil diskusi hari ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan program-program di Politeknik A,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor ISBI Bandung, Indra menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh rombongan Politeknik A. Ia mengapresiasi inisiatif studi visit sebagai bentuk sinergi antarperguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai momentum untuk berbagi pengalaman dan saling belajar. Setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing, sehingga melalui forum seperti ini kita dapat saling menginspirasi dalam meningkatkan kualitas layanan akademik maupun kemahasiswaan. Semoga kerja sama dan komunikasi yang terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang,” tuturnya.

Pada sesi pemaparan, tim ISBI Bandung yang dipimpin Wakil Rektor ISBI, Indra dan Supriyatna menjelaskan berbagai strategi pengelolaan Career Development Center (CDC), akan dirintis mulai dari pembinaan karier mahasiswa, pelaksanaan pelatihan peningkatan kompetensi, pengembangan jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri, hingga layanan tracer study bagi lulusan.

Pembahasan juga mencakup pengelolaan sponsorship mahasiswa, termasuk strategi membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung kegiatan kemahasiswaan, penyelenggaraan kompetisi, maupun program pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Selanjutnya, diskusi mengenai Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengulas konsep pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, mulai dari proses perencanaan, penempatan mahasiswa, pembimbingan, hingga evaluasi program agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa. dalam studi visit ini adalah pengelolaan program magang mahasiswa. Tim ISBI Bandung memaparkan bahwa program magang dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.

Pelaksanaan magang diawali dengan pemetaan mitra kerja sama, baik dari instansi pemerintah, perusahaan, lembaga swasta, industri kreatif, maupun komunitas seni dan budaya. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk memilih lokasi magang yang relevan dengan kompetensi yang ingin dikembangkan, dengan tetap melalui proses seleksi dan persetujuan dari program studi.

ISBI Bandung juga menjelaskan mekanisme pembimbingan selama magang, yang melibatkan dosen pembimbing akademik serta pembimbing lapangan dari instansi mitra. Monitoring dilakukan secara berkala melalui laporan kemajuan, kunjungan atau komunikasi dengan mitra, serta evaluasi capaian kompetensi mahasiswa selama menjalani program.

Lebih lanjut, tim ISBI Bandung menyampaikan bahwa hasil magang tidak hanya diukur dari penyelesaian jam kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam mengimplementasikan pengetahuan akademik, mengembangkan keterampilan profesional, membangun etika kerja, serta menghasilkan luaran yang memberikan manfaat bagi mitra tempat magang. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja maupun dunia usaha setelah menyelesaikan pendidikan.

Pada sesi diskusi, peserta dari Politeknik STIA LAN Jakarta turut menggali informasi mengenai strategi menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, proses penempatan mahasiswa, sistem penilaian, hingga tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan magang. Pertukaran pengalaman tersebut menjadi masukan yang berharga bagi kedua institusi dalam mengembangkan program magang yang adaptif, berkualitas, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Topik lain yang mendapat perhatian adalah Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Mandiri. Tim ISBI Bandung memaparkan alur pelaksanaan seleksi, strategi promosi, pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pendaftaran, serta upaya menjaga transparansi dan kualitas seleksi calon mahasiswa baru. PMB Mandiri ISBI setiap tahunnya mendapatkan sekitar 725 mahasiswa baru dari berbagai program studi.

penjelasan mengenai tahapan pelaksanaan PMB Mandiri, mulai dari penyusunan jadwal seleksi, strategi sosialisasi dan promosi kepada calon mahasiswa, proses pendaftaran secara daring, verifikasi dokumen, hingga pelaksanaan ujian seleksi. ISBI Bandung juga menjelaskan pentingnya pemanfaatan sistem informasi yang terintegrasi guna mempermudah proses administrasi, meningkatkan efisiensi layanan, serta memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara transparan dan akuntabel.

Selain aspek teknis, tim ISBI Bandung turut berbagi pengalaman dalam menyusun strategi promosi yang efektif melalui berbagai media, seperti pemanfaatan media sosial, penyelenggaraan kegiatan promosi di sekolah-sekolah, partisipasi dalam pameran pendidikan, serta kolaborasi dengan alumni sebagai duta kampus. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan informasi kepada calon mahasiswa sekaligus meningkatkan daya tarik institusi.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas mekanisme penetapan daya tampung, penyusunan instrumen seleksi, hingga proses penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing program studi. Khusus untuk program studi seni, ISBI Bandung menjelaskan bahwa selain mempertimbangkan kemampuan akademik, seleksi juga memperhatikan potensi, kreativitas, dan kemampuan praktik calon mahasiswa melalui uji keterampilan maupun portofolio.

Diskusi turut mengulas evaluasi pelaksanaan PMB Mandiri dari tahun ke tahun sebagai dasar penyempurnaan kebijakan pada periode berikutnya. Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain efektivitas strategi promosi, jumlah pendaftar, tingkat keketatan seleksi, rasio registrasi ulang, serta kepuasan calon mahasiswa terhadap layanan yang diberikan.

Sesi ini berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta Politeknik STIA LAN Jakarta mengenai pengelolaan sistem pendaftaran, strategi meningkatkan jumlah pendaftar berkualitas, pengelolaan layanan informasi kepada calon mahasiswa, hingga langkah-langkah menjaga objektivitas dan transparansi selama proses seleksi. Melalui pertukaran pengalaman tersebut, kedua institusi memperoleh wawasan baru yang dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem Penerimaan Mahasiswa Baru yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Selain membahas aspek kemahasiswaan dan akademik, rombongan Politeknik STIA LAN Jakarta juga berkesempatan mengunjungi Unit Perpustakaan ISBI Bandung untuk mempelajari pengelolaan layanan informasi dan sumber belajar bagi sivitas akademika.

Dalam sesi tersebut, tim perpustakaan ISBI memaparkan berbagai layanan yang tersedia, mulai dari layanan sirkulasi peminjaman dan pengembalian koleksi, layanan referensi, penyediaan koleksi cetak dan digital, hingga akses terhadap berbagai jurnal ilmiah dan repositori institusi yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perpustakaan juga terus mengembangkan layanan berbasis teknologi informasi agar mahasiswa dan dosen dapat mengakses sumber-sumber ilmiah secara lebih mudah dan fleksibel.

Selain itu, dijelaskan pula pengelolaan sistem otomasi perpustakaan yang mendukung proses pencarian koleksi, keanggotaan, serta administrasi layanan secara terintegrasi. Tim perpustakaan ISBI Bandung turut berbagi pengalaman dalam pengembangan literasi informasi melalui kegiatan orientasi pengguna, pelatihan pemanfaatan basis data ilmiah, pendampingan penelusuran referensi, hingga edukasi mengenai pengelolaan sitasi dan pencegahan plagiarisme.

Pada sesi diskusi, peserta dari Politeknik STIA LAN Jakarta menggali informasi mengenai strategi pengembangan koleksi, digitalisasi bahan pustaka, peningkatan kualitas layanan kepada pemustaka, serta upaya meningkatkan minat baca dan pemanfaatan perpustakaan di kalangan mahasiswa. Pertukaran pengalaman ini memberikan wawasan baru bagi kedua institusi dalam mengoptimalkan peran perpustakaan sebagai pusat informasi, pembelajaran, dan pengembangan budaya akademik yang mendukung terciptanya lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang berlangsung dinamis. Para peserta dari kedua institusi aktif bertukar pandangan, mengajukan pertanyaan, serta mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang dalam implementasi program-program tersebut. Berbagai pengalaman yang dibagikan menjadi inspirasi bagi kedua belah pihak untuk terus melakukan inovasi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi.

Melalui studi visit ini, Politeknik STIA LAN Jakarta memperoleh berbagai masukan yang dapat dijadikan bahan pengembangan kebijakan dan program di lingkungan kampus. Di sisi lain, ISBI Bandung juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas jejaring kerja sama serta berbagi praktik baik dalam pengelolaan institusi.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol apresiasi dan komitmen untuk mempererat hubungan kelembagaan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penanda terjalinnya kolaborasi yang diharapkan dapat terus berkembang pada masa mendatang.

Share this:
https://esdm.riau.go.id/web/logs1/