
Jakarta, 26 Juni 2026 – Politeknik STIA LAN Jakarta kembali menyelenggarakan Sidang Promosi Program Doktor Terapan sebagai tahapan akhir evaluasi akademik bagi mahasiswa Program Doktor Terapan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menilai capaian kompetensi akademik kandidat doktor, khususnya dalam menghasilkan penelitian terapan yang inovatif, berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan industri, pemerintahan, dan masyarakat.
Sebagai tahapan akhir dalam proses pendidikan doktor terapan, sidang promosi bertujuan memastikan lulusan memiliki kemampuan berpikir kritis, mengembangkan penelitian berkualitas, serta menerapkan hasil inovasi secara profesional untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Pada sidang kali ini, mahasiswa Program Doktor Terapan Rika Aprianti (NPM 1907000012) mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Hubungan Masyarakat sebagai Instrumen Governance dalam Pembangunan Citra Pemasyarakatan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.”
Sidang promosi dilaksanakan di hadapan Tim Penguji yang terdiri atas akademisi dan pakar sesuai bidang keilmuan, yaitu:
- Ketua Tim Penguji: Prof. Dr. R. Luki Karunia, M.A.
- Sekretaris: Prof. Dr. Abdul Aziz Sanapiah, M.P.A.
- Promotor: Prof. Dr. Johanes Basuki, M.Psi.
- Ko-Promotor I: Dr. Basseng, M.Ed.
- Ko-Promotor II: Assoc. Prof. Dr. Asropi, M.Si.
- Anggota I: Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A.
- Anggota II (Eksternal): Prof. Dr. Andriansyah, M.Si.
Dalam pemaparannya, Rika Aprianti menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bagian dari sistem peradilan pidana memiliki peran strategis dalam pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan. Namun demikian, institusi tersebut masih menghadapi tantangan dalam membangun citra positif akibat pemberitaan negatif, krisis komunikasi yang berulang, serta stigma masyarakat yang telah mengakar.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan manajemen hubungan masyarakat (humas) sebagai instrumen governance di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, menganalisis faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya, serta merumuskan model manajemen humas yang efektif dalam membangun citra positif Pemasyarakatan.
Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods yang dilaksanakan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 16 informan dan penyebaran kuesioner kepada 60 responden, yang diperkuat dengan observasi lapangan serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen humas di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah mengacu pada empat tahapan model Cutlip, namun implementasinya masih berlangsung secara terfragmentasi dan cenderung reaktif. Identifikasi isu masih bertumpu pada pemantauan media harian tanpa didukung riset sentimen publik yang sistematis. Perencanaan komunikasi lebih berorientasi pada produksi konten dibandingkan pencapaian outcome strategis, sedangkan pelaksanaan komunikasi masih didominasi pola satu arah. Selain itu, evaluasi belum didasarkan pada data baseline yang berasal dari lembaga independen.
Penelitian juga mengidentifikasi enam faktor utama yang menghambat efektivitas manajemen humas, yaitu belum tersedianya baseline citra organisasi, perencanaan yang berorientasi pada konten, komunikasi satu arah, belum terbentuknya struktur humas formal di Unit Pelaksana Teknis (UPT), lemahnya kolaborasi antarunit, serta belum optimalnya pemanfaatan hasil riset dalam penyusunan kebijakan komunikasi. Keenam faktor tersebut dikonfirmasi melalui analisis kuantitatif dengan capaian rata-rata sebesar 82 persen dari skor ideal.
Berdasarkan temuan tersebut, penelitian menghasilkan Model Dinamis Manajemen Humas Terintegrasi Pemasyarakatan yang terdiri atas enam komponen utama, yaitu input struktural, proses manajemen humas, orientasi komunikasi berbasis nilai-nilai Pemasyarakatan, output dan manajemen krisis, outcome, serta faktor-faktor eksternal. Model ini menempatkan nilai pembinaan, reintegrasi sosial, penghormatan terhadap martabat manusia, akuntabilitas, kolaborasi, dan pelayanan publik sebagai landasan utama komunikasi kelembagaan.
Kebaruan penelitian terletak pada perumusan pola hubungan yang terstruktur antara humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan humas Unit Pelaksana Teknis sebagai satu sistem komunikasi yang terintegrasi. Selain itu, model ini mengintegrasikan nilai-nilai Pemasyarakatan ke dalam seluruh tahapan manajemen humas sehingga mampu memperkuat pembangunan kepercayaan publik sekaligus meningkatkan legitimasi institusi.
Selama sidang berlangsung, peserta mempresentasikan latar belakang penelitian, metodologi, hasil penelitian, inovasi yang dihasilkan, serta kontribusi implementasi hasil riset terhadap kebutuhan sektor terkait. Presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi pendalaman melalui tanya jawab dan klarifikasi dari Tim Penguji untuk menguji penguasaan materi, kualitas analisis, serta relevansi penerapan hasil penelitian.
Penilaian sidang promosi dilakukan berdasarkan sepuluh aspek utama, yaitu kebaruan dan orisinalitas penelitian, relevansi perumusan masalah, kualitas kajian literatur, ketepatan metodologi penelitian, kualitas analisis dan validitas hasil penelitian, nilai inovasi dan kontribusi terapan, dampak penelitian bagi industri maupun masyarakat, kualitas luaran penelitian, penguasaan materi peserta, serta integritas akademik dan profesionalisme.
Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. R. Luki Karunia, M.A., menyampaikan bahwa pelaksanaan sidang promosi doktor terapan merupakan wujud komitmen institusi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan riset tingkat lanjut sekaligus mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan nyata.
“Program doktor terapan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga bagaimana hasil penelitian mampu memberikan manfaat dan solusi konkret bagi industri, masyarakat, dan pembangunan nasional,” ujar Prof. Luki Karunia.
Setelah seluruh rangkaian sidang selesai, Tim Penguji melaksanakan rapat penetapan hasil berdasarkan capaian akademik peserta. Keputusan sidang kemudian diumumkan secara resmi oleh pimpinan sidang sebagai bagian dari proses akademik Program Doktor Terapan Politeknik STIA LAN Jakarta.
Melalui penyelenggaraan sidang promosi ini, Politeknik STIA LAN Jakarta terus memperkuat budaya riset terapan yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan strategis di sektor publik. Penelitian yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan, tata kelola pemerintahan, dan inovasi kelembagaan yang adaptif, sekaligus mempertegas peran Politeknik STIA LAN Jakarta sebagai institusi pendidikan tinggi vokasi yang menghasilkan riset aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.




