
Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026 – Senat Akademik Politeknik STIA LAN Jakarta melaksanakan tahapan strategis dalam proses Pemilihan Direktur Periode 2026–2030 melalui agenda penyampaian gagasan dari tiga Calon Direktur serta pemungutan suara oleh anggota Senat. Momentum ini menjadi titik penting dalam menentukan arah transformasi institusi lima tahun ke depan.
Pemilihan dilaksanakan sesuai ketentuan STATUTA Politeknik STIA LAN Jakarta, dengan komposisi 65% suara Senat dan 35% suara Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai representasi kewenangan pembina.
Tiga calon yang telah melalui tahapan penjaringan sebelumnya, yaitu:
- Ratri Istania, MA, Ph.D
- Prof. Dr. R. Luki Karunia, MA
- Dr. Mala Sondang Silitonga, MA
Di hadapan 19 anggota Senat, masing-masing calon menyampaikan analisis singkat persoalan kelembagaan sekaligus menawarkan solusi strategis bagi penguatan Politeknik STIA LAN Jakarta.
Prof. Dr. R. Luki Karunia, MA: Menjawab Kompleksitas PTKL
Prof. Luki Karunia menyoroti posisi Politeknik STIA LAN Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan/Lembaga (PTKL) yang memiliki kompleksitas berbeda dibanding perguruan tinggi lainnya.
Ia menilai terdapat sejumlah persoalan struktural dan kebijakan yang selama ini membatasi ruang gerak institusi. Karena itu, diperlukan pembenahan menyeluruh pada tata kelola, penguatan identitas kelembagaan, serta keberanian melakukan inovasi agar kampus mampu keluar dari berbagai keterbatasan tersebut dan berkembang lebih progresif.
Dr. Mala Sondang Silitonga, MA: Dua Kaki, Satu Arah Transformasi
Dr. Mala menggambarkan Politeknik STIA LAN Jakarta sebagai institusi yang berdiri di dua kaki:
- Dikti, yang berfokus pada kurikulum dan penerapan Outcome-Based Education (OBE).
- LAN, yang menekankan agenda transformasi dan reformasi administrasi negara.
Menurutnya, dualitas tersebut harus menjadi kekuatan strategis, bukan sumber keraguan. Kampus perlu menjadikan momentum ini sebagai akselerasi perubahan dan tidak bersikap defensif terhadap tantangan.
Ia juga menekankan pentingnya keselarasan arah pengembangan tiga kampus Politeknik STIA LAN—Jakarta, Bandung, dan Makassar—agar bergerak dalam satu irama kebijakan dan visi kelembagaan.
Ratri Istania, MA, Ph.D: Kepemimpinan Visioner dan Jejaring Global
Ratri Istania menegaskan bahwa Politeknik STIA LAN Jakarta tidak dapat dipersiapkan secara biasa di tengah kompetisi global pendidikan tinggi. Dengan latar pengalaman akademik internasional, termasuk studi di Cornell University, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang memiliki visi jelas dan orientasi jangka panjang.
Ia menyoroti sejarah panjang institusi yang perlu dioptimalkan melalui pembenahan di berbagai sektor. Transformasi kelembagaan, kesiapan menuju Badan Layanan Umum (BLU), serta pembangunan jejaring internasional untuk menjadi leading school administrasi publik di kawasan ASEAN menjadi bagian dari arah strategis yang ia tawarkan.
Menurutnya, seluruh civitas akademika perlu bergerak menuju satu visi bersama yang terintegrasi dan berorientasi masa depan.
Pesan Kebersamaan dari Direktur
Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan persatuan selama proses pemilihan berlangsung. Ia mengingatkan bahwa dinamika perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi akademik, namun tidak boleh menimbulkan sekat di internal kampus.
Beliau mendorong seluruh unsur civitas akademika untuk tetap saling mendukung dan bahu membahu membangun Politeknik STIA LAN Jakarta demi kepentingan institusi yang lebih besar.
Mekanisme Pemilihan
Pemungutan suara dilakukan oleh 19 anggota Senat Akademik melalui mekanisme tertutup. Hasil suara Senat memiliki bobot 65% sesuai STATUTA, sementara 35% lainnya merupakan kewenangan Kepala LAN.
Skema ini mencerminkan keseimbangan antara otonomi akademik dan peran pembina institusi dalam memastikan kesinambungan arah strategis kampus.
Menatap Kepemimpinan Baru 2026–2030
Tahapan pemilihan ini menjadi tonggak penting dalam menentukan kepemimpinan lima tahun mendatang. Tantangan transformasi pendidikan vokasi, penguatan tata kelola, sinergi antar-kampus, hingga kesiapan menuju BLU dan jejaring internasional menjadi agenda besar yang akan diemban oleh Direktur terpilih.
Dengan semangat integritas, profesionalisme, dan kebersamaan, Politeknik STIA LAN Jakarta optimis melahirkan pemimpin yang mampu membawa institusi semakin unggul, adaptif, dan berdampak nyata bagi penguatan administrasi negara di Indonesia.


