
Jakarta, 9 Juli 2026 – Upaya pelestarian warisan dokumenter Indonesia memerlukan pendekatan yang tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Gagasan tersebut menjadi fokus dalam Ujian Proposal Proyek Magister Terapan Administrasi Pembangunan Negara Politeknik STIA LAN Jakarta yang dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Wahyu Deni Prasetyo mempresentasikan proposal proyek berjudul “Penyusunan Model Kebijakan Pendaftaran Naskah Kuno Milik Masyarakat Berbasis Kolaborasi di Perpustakaan Nasional.” Proposal ini menawarkan model kebijakan yang bertujuan meningkatkan efektivitas pendaftaran naskah kuno milik masyarakat melalui pendekatan collaborative governance atau tata kelola kolaboratif.
Topik ini berangkat dari masih besarnya kesenjangan antara potensi naskah kuno yang tersebar di Indonesia dengan jumlah yang telah terdaftar dalam basis data nasional. Dari sekitar 100.770 potensi naskah kuno, baru 33.219 naskah yang berhasil didaftarkan. Artinya, lebih dari dua pertiga warisan dokumenter bangsa masih belum terdokumentasi secara resmi, sehingga rentan terhadap kerusakan, kehilangan, hingga perdagangan ilegal.
Menurut Wahyu Deni Prasetyo, tantangan utama dalam pendaftaran naskah kuno bukan semata persoalan administratif, tetapi juga berkaitan dengan aspek sosial dan budaya. Banyak pemilik naskah masih memandang naskah sebagai pusaka keluarga yang sakral, sehingga muncul kekhawatiran terhadap proses pendaftaran yang dianggap dapat mengurangi hak kepemilikan atau membuka akses terhadap koleksi pribadi.
Melalui proyek ini, diusulkan model kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Perpustakaan Nasional, pemerintah daerah, akademisi, filolog, organisasi pemerhati naskah, pesantren, tokoh adat, hingga masyarakat sebagai pemilik naskah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi antaraktor, sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian warisan budaya Indonesia.
Dalam sesi pembahasan, Nana Yuliana selaku pembahas memberikan sejumlah masukan untuk memperkuat rancangan proyek. Ia menekankan pentingnya elaborasi yang lebih mendalam terhadap hasil penelitian. Melalui kajian ini, Politeknik STIA LAN Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan karya ilmiah terapan yang tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu administrasi publik, tetapi juga memberikan solusi terhadap persoalan strategis nasional, khususnya dalam pelestarian warisan budaya Indonesia.




