
Jayapura, 11 Februari 2026 – Politeknik STIA LAN Jakarta resmi memperkuat jejaring akademik dengan Universitas YAPIS Papua melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antarperguruan tinggi yang dilaksanakan di Kampus Universitas YAPIS Papua, Selasa (11/2).
Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi daring (Zoom Meeting) yang sebelumnya dilakukan antara Tim Kerja Sama Politeknik STIA LAN Jakarta yang diwakili Al Zuhruf bersama Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A., dengan jajaran pimpinan Universitas YAPIS Papua.
Kegiatan penandatanganan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas YAPIS Papua, yakni:
1. Dr. Ir. Andung Yunianta, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sistem Informasi, Keuangan, dan SDM;
2. Dr. Ahmad Rifai R., S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Hukum, Kemitraan, Alumni, dan Pengembangan Institusi;
3. Dr. Siti Fatima, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP);
serta para dosen dan Ketua Program Studi di lingkungan Universitas YAPIS Papua.
Kerja sama ini mencakup pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan di kawasan timur Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, M.A. juga memberikan kuliah umum yang diikuti sekitar 200 mahasiswa Universitas YAPIS Papua. Kuliah umum ini dimoderatori oleh Dr. Muh. Sawir, S.Sos., M.Si., Ketua Program Studi Magister Kebijakan Publik Universitas YAPIS Papua.
Mengangkat tema “Trust, Integritas, dan Anti Korupsi dalam Era Pemerintahan Digital untuk Papua Maju,” Prof. Nurliah menegaskan bahwa kepercayaan (trust) bukan sekadar nilai moral, melainkan aset ekonomi dan fondasi kemajuan bangsa.
Mengacu pada konsep High-Trust Society dari Francis Fukuyama, ia menjelaskan bahwa negara dengan tingkat kepercayaan sosial tinggi mampu melahirkan inovasi dan kolaborasi luas di luar ikatan keluarga atau kelompok sempit. Sebaliknya, rendahnya kepercayaan sosial akan meningkatkan biaya transaksi, memperlambat pembangunan, dan membuka ruang korupsi.
Menurutnya, trust dalam pemerintahan modern harus dibangun melalui pendekatan “Trust by Design”, yakni kepercayaan yang dirancang melalui sistem, bukan hanya mengandalkan niat baik individu. Sistem yang dimaksud mencakup:
1. Proses penting terekam secara digital
2. Akses berbasis peran dan kewenangan (role & permission)
3. Jejak audit (audit trail) yang tidak dapat dihapus
4. Keputusan yang dapat ditelusuri (traceable)
“Jika publik bisa melihat prosesnya secara terbuka, maka korupsi akan sulit tumbuh,” tegasnya, merujuk pada prinsip Transparency Creates Trust.
Prof. Nurliah juga menekankan bahwa integritas bukan hanya sifat individu, tetapi harus menjadi sifat sistem (integrity as system property). Implementasinya dapat berupa e-budgeting, e-procurement, e-licensing, hingga e-audit, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi anomali transaksi serta sistem whistleblowing digital yang aman dan terenkripsi.
Selain aspek sistem, Prof. Nurliah menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) Papua dalam menyongsong era pemerintahan digital. Transformasi teknologi, menurutnya, tidak akan efektif tanpa aparatur dan generasi muda yang memiliki kompetensi teknis sekaligus karakter moral yang kuat.
Ia juga mengingatkan bahwa Papua dengan dana Otonomi Khusus yang besar memerlukan tata kelola berbasis sistem digital yang transparan agar tidak terjebak dalam pola “high-cost, low-visibility corruption”.
Mahasiswa Universitas YAPIS Papua didorong untuk menjadi generasi yang memiliki imunitas moral terhadap korupsi, serta mampu menjadi bagian dari solusi melalui inovasi, pengawasan publik berbasis data, dan kepemimpinan yang berintegritas.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang aktif mengajukan pertanyaan terkait tantangan tata kelola pemerintahan digital, sistem pengadaan elektronik, serta peran generasi muda dalam membangun budaya anti korupsi.
Melalui kerja sama dan kegiatan akademik ini, Politeknik STIA LAN Jakarta dan Universitas YAPIS Papua berkomitmen memperkuat sinergi dalam mencetak SDM unggul, berdaya saing, dan berintegritas, sebagai fondasi menuju Papua yang maju di era pemerintahan digital.




