
Singapura, 14 Januari 2026—Pada hari ketiga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional yang diselenggarakan oleh Politeknik STIA LAN Jakarta di Singapura, segenap rombongan akademisi dan mahasiswa program doktor melakukan kunjungan penting ke Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), sebuah institusi pendidikan kebijakan publik di bawah naungan National University of Singapore (NUS). Agenda ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang dimulai dengan kunjungan ke Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura pada hari pertama kunjungan.
Lee Kuan Yew School of Public Policy, yang secara formal diluncurkan pada tahun 2004, dikenal sebagai salah satu sekolah tinggi kebijakan publik paling terkemuka di Asia dengan reputasi global dalam governance dan inovasi kebijakan. Meskipun bukan lembaga pendidikan kebijakan publik tertua di Asia, program kebijakan publik NUS sendiri telah ada sejak awal 1990-an dan lembaga lain di wilayah ini juga memiliki rekam jejak panjang. LKYSPP tetap dipandang sebagai pusat unggulan dalam pengembangan pemikiran dan praktik kebijakan publik di kawasan Asia Pasifik.
Dalam kunjungan ini, rombongan Politeknik STIA LAN Jakarta mendapatkan pemaparan mendalam tentang proses pembelajaran kebijakan publik yang menggabungkan pendekatan evidence-based policy, studi kasus pemerintahan berkinerja tinggi, penggunaan metode kuantitatif untuk evaluasi kebijakan, serta diskusi lintas budaya antara mahasiswa internasional. Pendekatan ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang bagaimana kebijakan publik dapat dirancang dan diimplementasikan secara sistemik dan responsif terhadap tantangan perkembangan masyarakat global.
Relevansi dengan Program Doktor STIA LAN Jakarta
Dari perspektif Program Doktor Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik Politeknik STIA LAN Jakarta, kunjungan ini menjadi pengalaman transformasional. Selain bertukar gagasan dengan akademisi dan praktisi dari berbagai negara, para doktoral candidate menyaksikan secara langsung praktik kebijakan dan inovasi birokrasi yang menjadi ciri kuat pengelolaan public service di Singapura — sebuah negara yang dikenal dengan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan diskusi kelas, workshop, serta field visits yang dipandu oleh tim pengajar LKYSPP membuka perspektif baru mengenai pentingnya pemikiran strategis dalam penyusunan kebijakan jangka panjang. Hal ini memberi ruang refleksi bagi para doktoral untuk membandingkan pengalaman kebijakan di Indonesia dengan praktik global terkini, serta mengadaptasi pelajaran berharga dalam konteks tantangan pemerintahan dan layanan publik di Tanah Air.
Dampak terhadap Kultur Pemerintahan dan Layanan Publik
Salah satu esensi dari kunjungan ini adalah pembelajaran tentang budaya pemerintahan yang kuat dan profesionalisme layanan publik. LKYSPP tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menekankan praktik leadership in public service dan komitmen terhadap etika pemerintahan yang tinggi. Budaya kerja semacam ini, yang sangat dihargai dalam governance Singapura, menjadi teladan penting bagi peserta PkM Internasional untuk mengembangkan pola pikir baru dalam birokrasi Indonesia — khususnya dalam hal inovasi pelayanan, pengelolaan sumber daya manusia aparatur, serta pendekatan partisipatif dalam perumusan kebijakan publik.
Rangkaian kegiatan hari ketiga ini menunjukkan betapa pentingnya interaksi akademis internasional dalam memperkaya perspektif keilmuan dan praktik kebijakan publik. Bagi Politeknik STIA LAN Jakarta, pengalaman belajar di Lee Kuan Yew School of Public Policy bukan sekadar kunjungan akademik, tetapi juga langkah strategis untuk menginternalisasi budaya pemerintahan berintegritas tinggi dan layanan publik berkualitas dalam upaya memperkuat kapasitas aparatur Indonesia.
