
Jakarta, 29 Januari 2026 – Kick Off Meeting Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik STIA LAN Tahun 2026 diselenggarakan pada Kamis, 29 Januari 2026 secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program riset dan PKM tahun akademik 2026, yang diikuti oleh Direktur, Dosen, serta Pengelola Penelitian dan PKM dari Politeknik STIA LAN Jakarta, Bandung, dan Makassar. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, serta meningkatkan kualitas penelitian dan PKM agar selaras dengan visi institusi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutan pembukaannya, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN, Dr. Agus Sudrajat, MA., menekankan bahwa penelitian dan PKM memiliki peran strategis dalam menjawab kompleksitas permasalahan kebijakan publik. Penelitian tidak hanya berfungsi sebagai wahana pengembangan ilmu administrasi negara, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam menghasilkan solusi kebijakan yang kontekstual, aplikatif, dan berbasis realitas empiris. Oleh karena itu, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada dokumen akademik semata, melainkan dapat dimanfaatkan secara nyata sebagai rujukan dalam perumusan dan perbaikan kebijakan publik.
Lebih lanjut, Dr. Agus Sudrajat menekankan pentingnya keberlanjutan penelitian dan PKM. Ke depan, dosen diharapkan tidak hanya berperan sebagai peneliti, tetapi juga sebagai advokat kebijakan yang mampu mengawal, mengomunikasikan, dan mendorong rekomendasi kebijakan agar benar-benar dipertimbangkan oleh para pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, penguatan diseminasi hasil penelitian menjadi aspek yang sangat krusial.
Dalam kerangka penguatan kebijakan berbasis bukti, LAN juga mendorong pemanfaatan Executive Intelligence sebagai instrumen strategis peningkatan kinerja nasional. Executive Intelligence dimaknai sebagai kemampuan kelembagaan dalam mengintegrasikan data lintas sektor, hasil riset, survei kebijakan, dan analisis kontekstual menjadi insight yang relevan bagi pengambil keputusan. Dengan dukungan dashboard kinerja, analisis kebijakan, dan narasi strategis, Executive Intelligence diharapkan mampu membantu pimpinan dalam membaca dinamika masalah publik, mengantisipasi risiko kebijakan, serta memastikan program prioritas pemerintah berjalan efektif dan berorientasi pada dampak.
Selain itu, LAN memberikan perhatian khusus pada penguatan tata kelola pemerintahan pascabencana pada tahun 2026. Meningkatnya intensitas dan dampak bencana, khususnya bencana hidrometeorologi, menuntut pendekatan tata kelola yang terencana, terkoordinasi, dan tidak semata-mata reaktif. Fokus diarahkan pada percepatan pemulihan penyelenggaraan pemerintahan daerah agar fungsi pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan, melalui fleksibilitas pelaksanaan tugas, diskresi administratif, pembentukan unit kerja sementara, serta penerapan SOP darurat, business continuity process, dan disaster recovery plan. Isu tata kelola pascabencana ini menjadi ruang strategis bagi Politeknik STIA LAN untuk berkontribusi melalui riset kebijakan, pendampingan, dan diseminasi praktik baik.
Pada sesi berikutnya, Direktur Strategi Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN, Dr. Widhi Novianto, M.Si., memaparkan 17 Program Prioritas Presiden dalam RPJMN 2025–2029, di antaranya swasembada pangan, energi, dan air; reformasi politik, hukum, dan birokrasi; pemberantasan korupsi dan kemiskinan; penguatan pendidikan, sains, dan teknologi; pelestarian lingkungan hidup; serta penguatan UMKM dan ekonomi kreatif. Sejalan dengan hal tersebut, LAN menetapkan beberapa prioritas kebijakan utama, yaitu reformasi birokrasi, pencegahan korupsi, pemberantasan kemiskinan, dan pelestarian lingkungan hidup.
Dalam konteks kebijakan nasional, turut disampaikan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. LAN berperan dalam mendukung pemulihan fungsi pemerintahan melalui perlindungan dan konsolidasi ASN, rehabilitasi sarana dan prasarana pendukung, serta normalisasi pelayanan publik.
Selanjutnya, Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Bandung, dan Makassar menegaskan poin-poin bahwa penelitian dan PKM merupakan bagian integral dari Tridharma Perguruan Tinggi. Riset yang dilakukan dosen harus berdampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penyelesaian permasalahan masyarakat, serta dunia industri, dengan tetap mengacu pada prioritas nasional.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik STIA LAN Jakarta, Dr. Alih Nugroho, MPA., memaparkan arah kebijakan, skema penelitian dan PKM, serta strategi peningkatan kualitas proposal dan luaran. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas program studi dan sinergi dengan mitra eksternal, termasuk pemerintah daerah, industri, dan komunitas masyarakat.
Kegiatan Kick Off Meeting dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif melalui break room. Antusiasme peserta tercermin dari berbagai masukan dan gagasan yang disampaikan guna meningkatkan mutu pelaksanaan penelitian dan PKM.
Melalui kegiatan ini, Politeknik STIA LAN Jakarta, Bandung, dan Makassar berharap pelaksanaan penelitian dan PKM Tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, berkualitas, dan berdampak luas, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.








