Kepala LAN Beri Arahan Strategis Penguatan Politeknik STIA LAN Jakarta: Dorong BLU, Internasionalisasi Magang, dan Peningkatan Kualitas Akademik

Jakarta — Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) memberikan arahan strategis kepada sivitas akademika Politeknik STIA LAN Jakarta terkait penguatan tata kelola kelembagaan, peningkatan kualitas akademik, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia pada Selasa (3/2) di R. Serbaguna Kampus Jakarta. Arahan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penguatan status Badan Layanan Umum (BLU), implementasi kuliah berbasis unit kerja, perluasan program magang mahasiswa dan dosen di dalam maupun luar negeri, hingga peningkatan publikasi ilmiah dan penyempurnaan Buku Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (SANKRI). Dalam pertemuan ini dihadiri seluruh civitas akademika terdiri dari Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta dan jajarannya, Dosen, dan Tenaga Kependidikan.

Dalam pengantarnya, Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA. menegaskan bahwa Politeknik terus melakukan berbagai upaya transformasi, baik dari aspek akademik, tata kelola, maupun penguatan kualitas sumber daya manusia. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarunit kerja serta sinergi dengan mitra strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, menyiapkan tata kelola BLU, serta mendorong pencapaian akreditasi yang unggul sebagai bentuk jaminan kualitas institusi,” ujarnya.

Sementara dalam arahannya, Kepala LAN menegaskan bahwa Politeknik STIA LAN Jakarta memiliki peran strategis sebagai institusi pendidikan vokasi yang mendukung pengembangan kompetensi aparatur negara yang adaptif, inovatif, dan professional dan masyakarat pada umumnya. Oleh karena itu, diperlukan transformasi berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan serta kontribusi nyata bagi reformasi birokrasi.

Penguatan BLU sebagai Pilar Kemandirian Institusi

Salah satu fokus utama arahan Kepala LAN adalah optimalisasi pengelolaan Politeknik sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, BLU merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan.

“BLU harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing Politeknik STIA LAN Jakarta. Fleksibilitas yang dimiliki harus diarahkan pada inovasi layanan, pengembangan program pendidikan, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana,” ujar Kepala LAN.

Ia menambahkan bahwa nantinya pengelolaan BLU harus tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan profesionalisme. Optimalisasi BLU juga diharapkan mampu mendorong pengembangan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan birokrasi modern dan dunia kerja.

Perluasan Program Magang Mahasiswa dan Dosen

Dalam rangka memperkuat keterkaitan antara dunia akademik dan praktik birokrasi, Kepala LAN mendorong penerapan model pembelajaran melalui kuliah berbasis unit kerja. Model ini diharapkan mampu memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami dinamika kerja pemerintahan.

Kepala LAN juga menekankan pentingnya perluasan program magang, baik bagi mahasiswa maupun dosen, di tingkat nasional maupun internasional. Program magang dinilai sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kompetensi, wawasan global, serta jejaring kerja sama institusi.

Untuk mahasiswa, magang di berbagai instansi pemerintah maupun sektor swasta diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kerja dan pemahaman terhadap kebutuhan dunia profesional. Sementara itu, bagi dosen, program magang dan pertukaran pengalaman di dalam dan luar negeri diharapkan dapat memperkaya metode pembelajaran serta meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kita harus membuka peluang kolaborasi internasional. Pengalaman global akan memperkuat kualitas pendidikan dan meningkatkan reputasi institusi,” jelas Kepala LAN.

Dorongan Kenaikan Pangkat dan Pengembangan Karier Dosen

Dalam arahannya, Kepala LAN juga menyoroti pentingnya percepatan kenaikan pangkat dan pengembangan karier dosen. Ia menegaskan bahwa dosen memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas pendidikan, sehingga pengembangan profesional dosen harus menjadi prioritas institusi.

Ia mendorong para dosen untuk aktif dalam kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah. Selain itu, institusi juga diharapkan memberikan dukungan melalui pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi administrasi kenaikan pangkat.

“Kenaikan pangkat bukan hanya aspek administratif, tetapi juga refleksi dari peningkatan kualitas akademik dan kontribusi dosen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Peningkatan Publikasi Ilmiah dan Reputasi Akademik

Kepala LAN menekankan pentingnya peningkatan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah sebagai indikator kemajuan institusi pendidikan tinggi. Publikasi ilmiah tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga sarana untuk menyebarluaskan gagasan inovatif dan hasil penelitian yang bermanfaat bagi pembangunan nasional.

Ia mendorong Politeknik STIA LAN Jakarta untuk memperkuat budaya riset melalui kolaborasi antar dosen, kerja sama dengan institusi nasional dan internasional, serta pemanfaatan teknologi digital dalam publikasi ilmiah.

“Publikasi ilmiah harus menjadi budaya akademik. Ini penting untuk meningkatkan reputasi institusi sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan administrasi negara,” tambahnya.

Penyempurnaan Buku SANKRI sebagai Referensi Nasional

Selain aspek akademik, Kepala LAN juga menyoroti pentingnya penyempurnaan Buku Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (SANKRI). Buku tersebut merupakan referensi utama dalam memahami tata kelola administrasi negara dan reformasi birokrasi.

Ia menekankan bahwa pembaruan Buku SANKRI harus disesuaikan dengan dinamika kebijakan publik, perkembangan teknologi, serta tantangan global yang dihadapi birokrasi Indonesia.

“Buku SANKRI harus menjadi rujukan yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penyempurnaan buku ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh akademisi dan praktisi administrasi negara,” ungkapnya.

Penguatan Pelayanan Prima

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, Kepala LAN menegaskan pentingnya penerapan pelayanan prima di lingkungan Politeknik. Pelayanan prima tidak hanya berkaitan dengan layanan akademik, tetapi juga mencakup layanan administrasi, kemahasiswaan, serta dukungan terhadap kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Ia menekankan bahwa pelayanan prima harus didukung oleh budaya kerja yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan.

Implementasi Coaching dan Mentoring

Sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia, Kepala LAN mendorong penerapan sistem coaching dan mentoring secara berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kompetensi, membangun budaya kerja kolaboratif, serta memperkuat kepemimpinan di lingkungan institusi.

Menurutnya, coaching dan mentoring tidak hanya diterapkan bagi dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga bagi mahasiswa sebagai bagian dari pembentukan karakter dan pengembangan soft skills.

“Pendampingan berkelanjutan akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong terciptanya generasi aparatur negara yang unggul,” ujarnya.

Kebijakan ASN yang Kuliah di Politeknik STIA LAN Jakarta Tidak Dipindahkan

Salah satu poin penting dalam arahan Kepala LAN adalah dukungan terhadap aparatur sipil negara yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik STIA LAN Jakarta. Ia menegaskan bahwa pegawai yang sedang menjalani pendidikan di lingkungan Politeknik STIA LAN Jakarta diharapkan tidak dipindahkan selama masa studi berlangsung.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk memberikan kepastian bagi pegawai dalam menyelesaikan pendidikan secara optimal serta meningkatkan kualitas kompetensi aparatur.

“Pegawai yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik STIA LAN Jakarta harus diberikan ruang untuk fokus belajar. Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi organisasi,” tegas Kepala LAN.

Strategi Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru 

Dalam arahannya, Kepala LAN juga menyoroti pentingnya penguatan strategi promosi penerimaan mahasiswa baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan institusi pendidikan vokasi. Ia menegaskan bahwa persaingan antar perguruan tinggi saat ini semakin ketat sehingga Politeknik perlu menerapkan strategi promosi yang lebih adaptif, inovatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Menurut Kepala LAN, promosi penerimaan mahasiswa baru tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah mahasiswa, tetapi juga harus mampu menjaring calon mahasiswa berkualitas yang memiliki potensi menjadi aparatur negara profesional dan kompeten.

“Promosi harus dilakukan secara terencana, memanfaatkan teknologi digital, serta menonjolkan keunggulan Politeknik STIA LAN Jakarta sebagai institusi pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan siap kerja dan memiliki kompetensi praktis,” ujarnya.

Ia mendorong pemanfaatan berbagai platform digital, media sosial, serta kerja sama dengan instansi pemerintah, sekolah menengah, dan dunia industri sebagai sarana memperluas jangkauan promosi. Selain itu, kegiatan sosialisasi langsung ke sekolah dan instansi dinilai tetap penting untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada calon mahasiswa.

Kepala LAN juga menekankan pentingnya menampilkan keberhasilan lulusan, program magang nasional dan internasional, serta peluang pengembangan karier sebagai daya tarik utama dalam promosi pendidikan.

Selain itu, penguatan citra institusi melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan, akreditasi program studi, serta inovasi pembelajaran dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat calon mahasiswa. Ia berharap strategi promosi dapat disusun secara terintegrasi dan melibatkan seluruh unsur sivitas akademika.

Komitmen Bersama Mewujudkan Politeknik STIA LAN Jakarta Unggul

Di akhir arahannya, Kepala LAN mengajak seluruh sivitas akademika Politeknik untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan institusi pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Ia menegaskan bahwa transformasi kelembagaan membutuhkan sinergi seluruh elemen institusi.

Dengan berbagai program strategis yang dicanangkan, Politeknik STIA LAN Jakarta diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan kompetensi aparatur negara yang profesional serta berkontribusi dalam mendukung reformasi birokrasi dan pembangunan nasional.

Share this:
https://esdm.riau.go.id/web/logs1/